Usulan Roadmap Upaya Pengendalian Belanja Rokok Dari Dana Bantuan Sosial

Bantuan sosial merupakan salah satu program yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Program ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui program bantuan sosial, diharapkan Indonesia mampu menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan melalui bantuan tunai, bantuan pendidikan, bantuan iuran jaminan kesehatan, bantuan pangan, subsidi listrik, dan sebagainya. Namun dalam pelaksanannya, program bantuan sosial masih mengalami beberapa hambatan, salah satunya adalah perilaku merokok keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengakibatkan program bantuan sosial menjadi kurang efektif.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) mengkonfirmasi tingginya perilaku merokok pada keluarga penerima dana bantuan sosial. Perilaku merokok anggota keluarga penerima dana bantuan sosial berdampak pada berkurangnya belanja untuk makanan bernutrisi dan kebutuhan penting lainnya. Hal ini dapat menghambat keluarga penerima manfaat keluar dari lingkaran kemiskinan. Bahkan dampak perilaku merokok dapat bersifat “herediter”. Artinya, dampak rokok yang dialami keluarga dapat mengakibatkan kemiskinan pada anak-anak keluarga tersebut di masa mendatang karena kondisi kesehatan yang tidak baik maupun karena tidak mampu mengenyam pendidikan yang layak.

Oleh karena itu, PKJS-UI menyusun dokumen policy paper ini sebagai usulan kepada pemangku kebijakan, khususnya kepada kementerian terkait, bahwa solusi untuk mengatasi persoalan ini perlu dikaji bersama. Dalam dokumen ini, PKJS-UI memberikan usulan solusi untuk mencegah eksternalitas negatif dana bantuan sosial berdasarkan kajian, diskusi, dan masukan dari para ahli. Semoga policy paper ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan upaya konkrit, agar tujuan program bantuan sosial dapat tercapai secara efektif.