Perilaku Merokok SelamaPandemi COVID-19 dan DampaknyaTerhadap Kesejahteraan Keluarga

Konsumsi rokok yang masih tinggi menjadi permasalahan dan tantangan tersendiri yang dihadapi oleh Indonesia. Data WHO (2020) menunjukkan bahwa prevalensi merokok laki-laki dewasa di Indonesia sebesar 62,9% dan angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. WHO (2020) bahkan memperkirakan setiap tahunnya sekitar 225.700 jiwa melayang akibat konsumsi rokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan merokok. Ironisnya lagi, prevalensi merokok di kalangan remaja dan anak-anak juga turut menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa pada kelompok usia antara 10 – 18 tahun, angka prevalensi merokok melonjak signifikan menjadi 9,1% pada 2018 dan angka ini hampir 20% lebih tinggi jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Temuan Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2019 mencatat bahwa 40,6% pelajar di usia 13 – 15 tahun, 1 dari 5 anak perempuan dan 2 dari 3 anak laki-laki sudah pernah menggunakan produk tembakau.