Jakarta – Research Coordinator Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) Risky Kusuma Hartono mengatakan bahaya merokok tidak hanya pada diri sendiri, namun bisa menjadi penyebab stunting pada kelahiran anak. . . .
Jakarta, 7 Maret 2024 — Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2024, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), . . .
KOMPAS.com – Masalah rokok pada anak-anak di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Sebab, ini tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan secara fisik tetapi juga kesehatan mental. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), . . .
Jakarta, 15 Agustus 2023 — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), bersama Takeda menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan . . .
TEMPO.CO, Jakarta – Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia (UI) membeberkan 25 persen dari total pendapatan harian yang diperoleh anak jalanan untuk membeli rokok. “Sebanyak 25 persen dari pendapatan anak jalanan tersebut dihabiskan . . .
TEMPO.CO, Jakarta – Kebijakan tarif cukai rokok pada 2022 harus diperkuat dengan kebijakan lainnya agar berdampak signifikan terhadap keberadaan rokok murah yang masih menjamur. Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), Risky Kusuma . . .
TEMPO.CO, Jakarta – Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerbitkan Seruan Gubernur Nomor 8 Tahun 2021 tentang pembinaan kepada pengelola gedung tentang larangan merokok di kawasan perkantoran. Peneliti PKJS-UI, . . .
Jakarta, 3 Agustus 2019 — Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungan kuat terhadap upaya pengendalian konsumsi rokok di Indonesia guna melindungi anak-anak, perempuan, dan keluarga miskin dari dampak buruk rokok. . . .
TEMPO.CO, Jakarta – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mendesak pemerintah menaikan cukai rokok paling tidak 20 persen per tahun agar tujuan utama Undang Undang Cukai, yaitu . . .