Alasan Komunitas SOS Kirim Puluhan Karangan Bunga ke Rumah Prabowo

Sejumlah karangan bunga membanjiri kediaman Presiden Prabowo Sudah di Jalan Kertanegara, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025). (DOK. Komunitas Save Our Surrounding (SOS).)

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), Aryana Satrya, menjelaskan alasan Komunitas Save Our Surrounding (SOS) mengirimkan puluhan karangan bunga ke rumah pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/10/2025).

Menurut Aryana, karangan bunga yang jumlahnya sekitar 35 hingga 40 berisi kritik berkaitan murahnya harga rokok itu pada awalnya memang akan dikirimkan ke Istana Negara sebagai tempat Prabowo bekerja.

“Pada awalnya karangan bunga akan dikirimkan ke Istana Negara, tetapi memerlukan perizinan yang cukup rumit,” ujar Aryana saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Ia menjelaskan, pemasangan karangan bunga di sekitar Istana Negara biasanya dilakukan pada momen-momen penting, seperti peringatan hari besar nasional atau acara kenegaraan.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, maka pengiriman karangan bunga dilakukan ke kediaman pribadi Bapak Prabowo sesuai dengan momentum peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” tegas dia.

Komunitas SOS adalah gerakan organik dengan lebih dari 2.800 anggota dari berbagai latar belakang yang fokus mengendalikan konsumsi rokok dan mendorong terciptanya lingkungan serta masyarakat yang lebih sehat.

SOS memiliki delapan fokus isu, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hak asasi manusia, kebijakan publik, budaya sosial baru, dan perlindungan anak.

Melalui delapan pilar ini, SOS mengajak pembuat kebijakan dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bersih, gaya hidup sehat, serta Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.

Dengan begitu, SOS menginisiasi kegiatan ini untuk memanfaatkan momentum peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang jatuh pada 20 Oktober 2025.

“Aktivitas ini kami lakukan untuk memberi masukan kepada pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran dengan mengungkapkan keprihatinan karena akhir-akhir ini muncul sejumlah kebijakan pengendalian tembakau yang tidak mengutamakan kesehatan,” kata dia.

“Contohnya seperti tidak naiknya cukai rokok dan terhambatnya implementasi Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 tentang kesehatan karena aturan teknisnya yang tidak kunjung disahkan,” tambah dia.

Kegiatan pengiriman karangan bunga hanya berlangsung pada Selasa (21/10/2025) saja.

Pelaksanaan dimulai sejak pukul 08.30 WIB, sesuai dengan hasil pembicaraan dengan pihak pengamanan kediaman Prabowo.

“Kami mengirimkan karangan bunga pada pagi hari dengan harapan bahwa pada pagi hari kita telah cukup beristirahat dan penuh semangat untuk berkarya yang terbaik bagi rakyat,” tegas dia.