Kanker Paru, Kanker Paling Mematikan di Indonesia: Apa Saja yang Telah Kita Atasi dan Apa yang Kita Bisa Lakukan

Secara global, kanker masih merupakan salah satu masalah besar dalam kesehatan masyarakat dalam hal morbiditas, mortalitas, dan biaya. Pada tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa kanker adalah penyebab kematian utama atau kedua pada orang-orang yang berusia di bawah 70 tahun di 112 dari 183 negara (World Health Organization, 2021). Di antara laki-laki dan perempuan, distribusi dari kasus baru (insidensi) kanker yang paling umum ditemukan adalah kanker payudara perempuan (11,7%), kanker paru (11,4%), kanker kolorektal (10,0%), kanker prostat (7,3%), dan kanker lambung (5,6%). Pada pria, kanker paru adalah kanker yang paling sering dilaporkan, diikuti oleh kanker prostat dan kanker kolorektal. Kanker paru adalah penyebab utama dari kematian akibat kanker (18,0% dari total kematian karena kanker), diikuti oleh kanker kolorektal (9,4%), kanker hati (8,3%), kanker lambung (7,7%), dan kanker payudara (6,9%) (Sung, 2021). Di Asia, situasi kanker hampir sama dengan situasi kanker global. Data dari Globocan 2020 menunjukkan di antara laki-laki dan perempuan, distribusi dari insidensi kanker yang paling sering adalah kanker paru (19,2%), payudara (10,8%), lambung (8,6%), hati (6,9%) dan kolon (6,0%). Penyebab utama kematian karena kanker di antara perempuan dan laki-laki adalah kanker paru (19,2%), hati (10,5%), lambung (9,9%), esofagus (7,5%) dan payudara (6,0%) (World Health Organization, 2020).