Studi Kualitatif Kehidupan Petani Tembakau di Lombok Tengah, Pamekasan, dan Kendala di Tengah Upaya Pengendalian Konsumsi Rokok

Prevalensi konsumsi tembakau (hisap dan kunyah) di Indonesia terus mengalami peningkatan mulai tahun 2007 hingga 2018. Artinya, prevalensi merokok di Indonesia masih tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi konsumsi tembakau (hisap dan kunyah) pada usia lebih dari 15 tahun di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 62,9% (laki-laki) dan 4,8% (perempuan). Sedangkan prevalensi merokok pada populasi usia 10-18 tahun terus mengalami peningkatan yaitu 7,2% pada tahun 2013 dan meningkat hingga 9,1% pada tahun 2018. Prevalensi tersebut menunjukkan bahwa perokok usia muda tertinggi dunia adalah Indonesia. Peningkatan konsumsi rokok berdampak buruk pada berbagai aspek, seperti kesehatan dan sosial ekonomi.