Dukungan Publik terhadap Kenaikan Harga Rokok di Indonesia

Dampak kesehatan akibat konsumsi tembakau di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Sebanyak 225.700 orang dilaporkan meninggal setiap tahun akibat rokok di Indonesia, dimana 7,02% dari jumlah tersebut adalah perempuan. Indonesia diketahui merupakan salah satu penyumbang prevalensi perokok terbesar di dunia. World Health Organization (WHO) memprediksi prevalensi perokok di Indonesia akan mencapai 45% pada tahun 2025. Proyeksi ini didukung berbagai data yang menunjukkan bahwa perilaku merokok masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan prevalensi perokok usia ≥15 tahun yang drastis dari 27% pada tahun 1995 menjadi 36,30% pada tahun 2013 dengan prevalensi perokok laki-laki sebesar 66% dan perempuan sebesar 6,70%. Pada tahun 2015, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia mengalami peningkatan yang drastis mencapai 76,20% menurut laporan The Tobacco Atlas tahun 2018.